Well, before i start writing... Let me wish a Happy New Year and please greet 2011 warmly :)
Cerita kali ini ada di Hari minggu pertama di bulan februari, tepatnya tanggal 6 Februari yang lalu. Hari ini aku bergereja sendiri, setelah sempat bolos minggu lalu krn alasan reuni-an dgn kawan lama yg tak kunjung dtg krn dia terjebak macet, nyasar, dan hp mati (fiuhh sial benerrr).
Saat sedang berdiri dan worshipping, tiba2 ada seorang anak kecil, sekitar umur 7-10thn yang nyamperin tempat duduk ku itu dan nanya "kursinya kosong?", krn emang ngak ada orang, aku jawab aja "iya kosong". Trs dia nanya lagi "ini punya siapa?" (nunjuk alkitab yg ada di kursi kosong itu). Tanpa berkata2 aku hny nunjuk ibu2 yg duduk di dekat situ. Kemudian anak itu menitipkan tas hijau nya dan ngmg "titip yahh.."
Aku masih bertanya-tanya. Untuk siapa ya kursinya, sambil terus bernyanyi.
Tak lama kemudian, anak itu muncul dan menuntun seorang ibu yang memakai tongkat. Hmm.. kesimpulan gw hanya "oh kursi kosong itu untuk ibu nya, dan sepertinya ibu ini buta".. Duduklah dia di sebelahku.
Kami mendengarkan khotbah pak pendeta, yg hari itu membahas tentang kesetiaan sebagai suami-istri. Kalo mau baca, silahkan buka 1 KORINTUS 7: 1-9. Biar lengkap, aku jelasin dikit ya tentang inti khotbah minggu ini.
Disitu dijelaskan bahwa menikah itu adalah untuk saling mencintai seumur hidup. "Dan jgn pernah beralasan ingin nikah, krn pengen punya anak" ucap pak pendeta. Dan dia pun melanjutkan "anak itu adalah anugrah dari Tuhan"
Pak pendeta nya jg memperingatkan para bapak dan ibu untuk tidak memaksa anaknya menikah dengan pilihan mereka. "Biarkan anak2 kita diberi kesempatan untuk memilih dan menemukan true love nya, krn dlm sebuah hubungan HARUS ada true love"
Ia pun menjelaskan bahwa selingkuh itu terjadi apabila dalam hubungan real kita terdapat clash satu sama lain. Dan saat itu terjadi, manusia lebih mudah untuk tergoda (selingkuh). Namun kata pak pendeta "perasaaan itu harus dilawan dengan iman, krn hny utk kebahagiaan atau kenikmatan sesaat, kita akan kehilangan kebahagiaan yg sesungguhnya, yg ada dlm istri ataupun anak itu".. "tidak ada org yg sempurna, semua pasti punya kesalahan atau kekurangan".
Very Inspiring, though.
Well, back to the story of the blind woman and her daughter. Setelah khotbah berakhir, tiba2 this blind woman dan si anak menawarkan cemilan kue kering ke gw dan ibu yg duduk disebelah anaknya. Mungkin karena prihatin dan kasihan dgn kondisi this blind woman, si ibu membeli 2 plastik kue kering (@rp 5000), dan menyerahkan uang Rp. 50.000 tanpa meminta kembalian. Wahhh gw jg sebenarnya mau membantu, tp uang jg pas2an. Akhirnya hnya membeli 2 plastik kue dgn uang Rp. 20.000 tanpa kembalian jg. Well, paling tidak aku uda membantu. Dan ibu buta itu bilang "Terima Kasih. Tuhan berkati ya" :)
Sebelum beranjak keluar dr gereja, aku ketemu kak diana (reporter trans juga). Biasanya kita sering janjian gereja bareng. Tapi entah kenapa hri ini kami malah dtg sendiri2. Dia dtg bersama kakaknya. Dan untungnya malah ketemuan di gereja. Kak diana ngajakin nyari sepatu barengan sebelum pulang, jadi yaudah aku temenin aja. Setelah nyari sepatu, kak diana ngjak makan malam. Wah memang berkat Tuhan gak kemana2 yahh... Setelah td siang makan gratis di nikahan temen kantor, akhirnya malam ini di traktir makan di D'Cost ama kak diana. Yuhuyy.. Grateess lageee..
Puji Tuhan, nampaknya emang berkat dari Tuhan krn uda menolong ibu2 buta tadi kali ya... Rejeki nya dikembalikan Tuhan berlipat ganda. Ammmiinn amiinn.. Asalkan masuk rumah Tuhan dengan hati bersih dan penuh kesiapan untuk mendengar firmannya,...
1 comment:
makasih sayang...Tuhan Yesus memberkatimu..Amin.
Post a Comment