Kadang kala kita malah sulit menerima perbedaan.
AKU, yang saat ini sedang menjalani hubungan hampir 3 bulan dengan seorang pria baru, merasakan perbedaan yang luar biasa, baik dari segi karakter, emotional hingga gaya berpacaran.
Pria baru ini cenderung memiliki karakter pria tak romantis. Pria yang cuek dan tidak terlalu memusingkan tentang sesi 'berduaan' saat pacaran.
Jujur, aku merasa cukup sedih dan down pada awalnya, krn tdk pernah aku merasa seperti ini sebelumnya. Tp lama kelamaan aku terbiasa dengan keadaan baru ini (mau ngk mau).
Keadaan dimana aku hny diberikan sedikit waktu berduaan. Selebihnya, dia lebih prefer membawa pasukan2nya disaat aku berpikir itu saat yg tepat utk berduaan (co:makan).
Masalah ini pun akhirnya kita bahas, cukup seneng dengen respond-nya saat itu. Apalagi, cara merespon dia pun beda. Tiba2 aja hari itu dia ngajakin nonton dan mkn mlm berdua. Walaupun bukan candle light dinner (which is gak mungkin hehe), tapi perasaan dalam hati aku 'plong' banget, lega, bahagia, dan memuja hari itu (selasa, 2sept08)..
Akhirnya dia mau menyisihkan waktu berdua.
Tp, kadang kala aku masih belum bisa menerima perbedaan yang dia miliki itu, Aku merasakan 'distance' yang cukup jauh antara aku dan dia. Bukan dari segi gaya berpacaran, tp perasaan. Aku jadi lebih sulit untuk mengerti perasaan-nya. Walaupun aku ber-status-kan pacar resmi-nya, ada satu rasa di dalam hati-ku yang selalu bertanya-tanya:
"APA DIA BENAR2 SAYANG AKU?"
Pertanyaan yang belum aku temui jawabannya hingga sekarang.
Pertanyaan yang ingin sekali aku tanyakan ke dia.
Pertanyaan yang akan menjawab seluruh keraguan-ku.
Pertanyaan yang menjamin aku untuk bisa menerima perbedaan bukan hanya terbiasa dgn perbedaan itu.
Dia pernah bilang, supaya aku lebih communicative ama dia. Krn itu satu2nya cara agar aku punya jawaban atas semua perbedaan.
No comments:
Post a Comment